Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap total kerusakan akibat bencana di mencapai 213 ribu rumah. Ia lantas membeberkan bantuan biaya terhadap rumah yang terdampak sesuai ketegori rusak ringan, sedang, hingga berat yang akan diberikan BNPB.
“Kepala BNPB barusan menyampaikan data yang paling terbaru karena memang ini datanya bergerak dinamis. Sehingga total rumah yang terdampak itu lebih kurang 213.000,” kata Tito saat Rapat Koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).
Tito membeberkan rumah rusak ringan akan diberi bantuan senilai Rp 15 juta, rusak sedang Rp 30 juta. Selain BNPB, Kemensos juga akan memberikan bantuan biaya senilai Rp 3 juta untuk perabot rumah.
“Data ini juga digunakan Kemensos untuk memberikan pembiayaan Rp 3 juta untuk menambah bantu isi rumahnya, kursi, tempat tidur misalnya yang rusak dan untuk ekonominya Rp 5 juta,” ujarnya.
Sementara, untuk rumah rusak berat dan rumah hilang akan dilakukan penggantian. Pemerintah akan menyiapkan rumah sebagai gantinya.
“Dan konsepnya adalah disiapkan hunian sementara atau mereka punya pilihan diberikan juga biaya daftar tunggu, dana tunggu hunian (DTH),” tuturnya.
Meski begitu, Tito menyebut data 213 ribu rumah rusak itu masih dinamis. Ia meminta kepala daerah untuk segera menyetorkan data dari lapangan.
“Tapi semuanya adalah data. Kami sudah beberapa kali rapat dan rekan-rekan kepala daerah selalu yang kami minta tolong bantu cepat datanya, dikoordinir oleh para gubernur, 3 gubernur. Kalau untuk Sumatera Barat sudah cepat, kemudian Sumatera Utara juga datanya sudah banyak yang sudah masuk dari kabupaten,” jelasnya.
