Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Perdana Menteri (PM) Israel dilaporkan telah mendesak untuk menunda serangan militer apa pun terhadap . Hal ini diungkapkan oleh para pejabat AS di tengah meruncingnya ketegangan antara Iran dan AS.
Dilansir Al Arabiya, Jumat (16/1/2026), seorang pejabat senior AS mengatakan kepada media terkemuka AS, New York Times, bahwa meminta presiden Amerika itu untuk menunda rencana serangan tersebut.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca infocom, hari ini, Jumat (16/1/2026):
– Selandia Baru Tutup Kedutaan di Iran dan Pulangkan Diplomat
Pemerintah mengatakan telah menutup sementara kedutaan besarnya di Teheran, dan menerbangkan pulang para diplomatnya. Ini dilakukan karena memburuknya situasi keamanan di Iran.
Staf diplomatik meninggalkan Iran dengan selamat menggunakan penerbangan komersial semalam, kata juru bicara kementerian luar negeri Selandia Baru pada Jumat (16/1).
Disebutkan bahwa operasi kedutaan Teheran sementara ini dipindahkan ke Ankara, Turki, karena “situasi keamanan yang memburuk” di.
– Dapat Hadiah Nobel dari Pemimpin Oposisi Venezuela, Trump Bilang Gini
menerima pemberian hadiah milik . Perempuan itu menyerahkan hadiah bergengsi itu kepada Trump selama pertemuan mereka di Gedung Putih pada hari Kamis (15/1) waktu setempat.
“Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk bertemu María Corina Machado dari Venezuela, hari ini,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social.
“María memberikan Hadiah Nobel Perdamaiannya kepada saya atas pekerjaan yang telah saya lakukan. Sebuah isyarat yang luar biasa dari rasa saling menghormati,” imbuhnya, dilansir CNN, Jumat (16/1/2026).
– Menegangkan! Kapal Induk AS Bergerak ke Timur Tengah
, USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perang pengawalnya sedang dalam perjalanan menuju dari Laut China Selatan. Ini terjadi di tengah meningkatnya.
Dilansir Al Arabiya, Jumat (16/1/2026), media terkemuka AS, New York Times yang mengutip dua pejabat yang berbicara dengan syarat anonim, melaporkan bahwa kapal induk dan kapal-kapal pengawalnya dapat tiba di wilayah tersebut dalam waktu sekitar satu minggu.
Lebih lanjut, laporan tersebut mengutip para pejabat yang mengatakan bahwa “sejumlah pesawat tempur, kemungkinan termasuk kombinasi jet tempur, pesawat serang, dan pesawat pengisian bahan bakar, diperkirakan akan segera mulai berdatangan ke wilayah tersebut.”
– Saudi Cs Bujuk Trump Tak Serang Iran karena Akan Berdampak Buruk
, Qatar, dan Oman memimpin upaya untuk membujuk agar tidak menyerang karena mengkhawatirkan “dampak buruk yang parah di kawasan itu.”
Dilansir kantor berita AFP dan Al Arabiya, Jumat (16/1/2026), seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan bahwa ketiga negara Teluk tersebut “memimpin upaya diplomatik yang panjang dan mendesak untuk meyakinkan Presiden Trump agar memberi Iran kesempatan untuk menunjukkan itikad baik.” Pejabat yang tak ingin disebut namanya itu, menambahkan bahwa dialog masih terus berlanjut.
Upaya negara-negara Teluk tersebut bertujuan untuk “menghindari situasi yang tidak terkendali di kawasan itu,” kata tersebut.
– Netanyahu Bujuk Trump Tunda Serangan ke Iran
Perdana Menteri (PM) Israel dilaporkan telah mendesak untuk menunda serangan militer apa pun terhadap . Hal ini diungkapkan oleh para pejabat AS di tengah meruncingnya ketegangan antara Iran dan AS.
Dilansir Al Arabiya, Jumat (16/1/2026), seorang pejabat senior AS mengatakan kepada media terkemuka AS, New York Times, bahwa meminta presiden Amerika itu untuk menunda rencana serangan tersebut.
Seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan kepada AFP bahwa Saudi, Qatar, dan Oman juga telah memimpin upaya untuk membujuk agar tidak menyerang Iran, karena khawatir akan “dampak buruk yang serius di kawasan itu.”
Dilansir Al Arabiya, Jumat (16/1/2026), media terkemuka AS, New York Times yang mengutip dua pejabat yang berbicara dengan syarat anonim, melaporkan bahwa kapal induk dan kapal-kapal pengawalnya dapat tiba di wilayah tersebut dalam waktu sekitar satu minggu.
Lebih lanjut, laporan tersebut mengutip para pejabat yang mengatakan bahwa “sejumlah pesawat tempur, kemungkinan termasuk kombinasi jet tempur, pesawat serang, dan pesawat pengisian bahan bakar, diperkirakan akan segera mulai berdatangan ke wilayah tersebut.”
– Saudi Cs Bujuk Trump Tak Serang Iran karena Akan Berdampak Buruk
, Qatar, dan Oman memimpin upaya untuk membujuk agar tidak menyerang karena mengkhawatirkan “dampak buruk yang parah di kawasan itu.”
Dilansir kantor berita AFP dan Al Arabiya, Jumat (16/1/2026), seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan bahwa ketiga negara Teluk tersebut “memimpin upaya diplomatik yang panjang dan mendesak untuk meyakinkan Presiden Trump agar memberi Iran kesempatan untuk menunjukkan itikad baik.” Pejabat yang tak ingin disebut namanya itu, menambahkan bahwa dialog masih terus berlanjut.
Upaya negara-negara Teluk tersebut bertujuan untuk “menghindari situasi yang tidak terkendali di kawasan itu,” kata tersebut.
– Netanyahu Bujuk Trump Tunda Serangan ke Iran
Perdana Menteri (PM) Israel dilaporkan telah mendesak untuk menunda serangan militer apa pun terhadap . Hal ini diungkapkan oleh para pejabat AS di tengah meruncingnya ketegangan antara Iran dan AS.
Dilansir Al Arabiya, Jumat (16/1/2026), seorang pejabat senior AS mengatakan kepada media terkemuka AS, New York Times, bahwa meminta presiden Amerika itu untuk menunda rencana serangan tersebut.
Seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan kepada AFP bahwa Saudi, Qatar, dan Oman juga telah memimpin upaya untuk membujuk agar tidak menyerang Iran, karena khawatir akan “dampak buruk yang serius di kawasan itu.”







