Media Israel, Channel 14 melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah mencapai kesepakatan untuk melakukan serangan cepat dan keras terhadap Iran, jika diperlukan.
Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Brad Cooper, mengadakan pertemuan pada hari Minggu lalu dengan para pejabat senior dari militer Israel di Tel Aviv. Pertemuan tersebut membahas beberapa isu, termasuk situasi dengan Iran.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca infocom, hari ini, Selasa (27/1/2026):
– Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Trump: Armada Besar di Dekat Iran
Presiden (AS) mengatakan “armada besar” telah dikerahkan ke dekat Iran, setelah militer AS mengumumkan kapal induk , beserta kelompok tempurnya, telah tiba di kawasan Timur Tengah.
Trump bahkan menyebut pengerahan itu lebih besar dari pengerahan aset militer AS ke sekitar beberapa waktu lalu, yang berujung penggulingan dan penangkapan Presiden .
“Kita memiliki armada besar di dekat Iran. Lebih besar dari Venezuela,” kata Trump dalam wawancara dengan media Axios, seperti dilansir The Times of Israel dan TASS, Selasa (27/1/2026).
– 6 WNI Dihukum Bui-Cambuk Gegara Masuk Singapura secara Ilegal
Enam pria berkewarganegaraan Indonesia () dijatuhi hukuman penjara dan hukuman cambuk setelah kedapatan masuk ke secara ilegal. Keenam WNI ini telah ke Indonesia terkait pelanggaran imigrasi, namun berusaha kembali masuk ke Singapura secara ilegal dengan sampan.
Mereka ditangkap otoritas Singapura setelah sampan yang mereka gunakan tenggelam.
Dalam persidangan di Singapura, seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (27/1/2026), enam pria WNI itu dijatuhi hukuman penjara bervariasi, mulai dari satu tahun penjara hingga satu tahun sembilan bulan penjara. Mereka juga dijatuhi hukuman cambuk, mulai dari empat kali hingga 10 kali cambukan.
– Trump Dapat Laporan Intelijen Soal Rezim Iran Kini di Titik Terlemah
Presiden (AS) telah menerima beberapa laporan intelijen AS yang mengindikasikan melemahnya rezim sejak diguncang , beberapa waktu terakhir.
Bahkan disebutkan laporan intelijen AS itu, bahwa rezim yang berkuasa di Iran kini berada pada titik terlemah sejak penggulingan Shah dalam revolusi tahun 1979 silam, atau empat dekade lalu.
Laporan intelijen AS kepada Trump itu diungkapkan oleh sejumlah sumber AS yang memahami informasi tersebut, seperti dilaporkan media terkemuka New York Times (NYT) dan dilansir The Times of Israel, Selasa (27/1/2026).
– Penembakan oleh Imigrasi Minneapolis Terjadi Lagi, Ini Kata Trump
Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak ingin melihat siapa pun terluka atau terbunuh di jalanan AS. Penegasan ini disampaikan setelah kecaman menghujani petugas imigrasi AS yang menembak mati seorang pria di Minneapolis, yang menjadi insiden kedua dalam beberapa pekan.
Aksi protes meluas setelah seorang pria bernama Alex Pretti, yang berusia 37 tahun dan berprofesi sebagai perawat ICU, tewas ditembak secara brutal oleh seorang agen imigrasi federal AS di kota Minneapolis, negara bagian Minnesota, pada Sabtu (24/1) waktu setempat.
Pretti menjadi warga sipil kedua, setelah Renee Good (37), yang tewas dalam penembakan yang didalangi agen imigrasi federal AS di Minneapolis dalam beberapa pekan terakhir. Kematian Pretti, sama seperti Good, memicu kemarahan publik secara luas, dan menuai pertanyaan soal versi resmi insiden tersebut.
– AS-Israel Sepakat Serang Iran Jika Diperlukan!
Media Israel, Channel 14 melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah mencapai kesepakatan untuk melakukan serangan cepat dan keras terhadap Iran, jika diperlukan.
Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Brad Cooper, mengadakan pertemuan pada hari Minggu lalu dengan para pejabat senior dari militer Israel di Tel Aviv. Pertemuan tersebut membahas beberapa isu, termasuk situasi dengan Iran.
Dilansir Middle East Monitor, Selasa (27/1/2026), pada Minggu malam waktu setempat, Channel 14 menerbitkan detail baru untuk pertama kalinya tentang pertemuan tersebut. Menurut laporan tersebut, mereka yang hadir memiliki pandangan yang serupa dan sepakat untuk melanjutkan kerja sama erat antara kedua militer.
Bahkan disebutkan laporan intelijen AS itu, bahwa rezim yang berkuasa di Iran kini berada pada titik terlemah sejak penggulingan Shah dalam revolusi tahun 1979 silam, atau empat dekade lalu.
Laporan intelijen AS kepada Trump itu diungkapkan oleh sejumlah sumber AS yang memahami informasi tersebut, seperti dilaporkan media terkemuka New York Times (NYT) dan dilansir The Times of Israel, Selasa (27/1/2026).
– Penembakan oleh Imigrasi Minneapolis Terjadi Lagi, Ini Kata Trump
Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak ingin melihat siapa pun terluka atau terbunuh di jalanan AS. Penegasan ini disampaikan setelah kecaman menghujani petugas imigrasi AS yang menembak mati seorang pria di Minneapolis, yang menjadi insiden kedua dalam beberapa pekan.
Aksi protes meluas setelah seorang pria bernama Alex Pretti, yang berusia 37 tahun dan berprofesi sebagai perawat ICU, tewas ditembak secara brutal oleh seorang agen imigrasi federal AS di kota Minneapolis, negara bagian Minnesota, pada Sabtu (24/1) waktu setempat.
Pretti menjadi warga sipil kedua, setelah Renee Good (37), yang tewas dalam penembakan yang didalangi agen imigrasi federal AS di Minneapolis dalam beberapa pekan terakhir. Kematian Pretti, sama seperti Good, memicu kemarahan publik secara luas, dan menuai pertanyaan soal versi resmi insiden tersebut.
– AS-Israel Sepakat Serang Iran Jika Diperlukan!
Media Israel, Channel 14 melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah mencapai kesepakatan untuk melakukan serangan cepat dan keras terhadap Iran, jika diperlukan.
Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Brad Cooper, mengadakan pertemuan pada hari Minggu lalu dengan para pejabat senior dari militer Israel di Tel Aviv. Pertemuan tersebut membahas beberapa isu, termasuk situasi dengan Iran.
Dilansir Middle East Monitor, Selasa (27/1/2026), pada Minggu malam waktu setempat, Channel 14 menerbitkan detail baru untuk pertama kalinya tentang pertemuan tersebut. Menurut laporan tersebut, mereka yang hadir memiliki pandangan yang serupa dan sepakat untuk melanjutkan kerja sama erat antara kedua militer.
