Pesan Paus Leo ke Kardinal: Dengarkan Korban Pelecehan Seksual

Posted on

melakukan pertemuan dengan para kardinal dari seluruh dunia minggu ini. Paus Leo menekankan pentingnya mendengarkan para korban pelecehan seksual.

Dilansir AFP, Minggu (11/1/2026), dalam pidato penutup konsistori tertutup selama dua hari, Paus Leo AS mengatakan bahwa pelecehan terhadap anak-anak dan orang dewasa yang rentan oleh para imam masih merupakan ‘luka’ dalam Gereja Katolik.

“Mendengarkan sangat penting. Kita tidak bisa menutup mata kita, atau hati kita,” kata Paus Leo berdasarkan transkrip Vatikan.

Ia mencatat bahwa pelecehan bukanlah topik khusus untuk dibahas selama konsistori, yang pertama sejak ia mengambil alih sebagai kepala 1,4 miliar umat Katolik di dunia pada bulan Mei setelah kematian Paus Fransiskus.

Paus Leo mengatakan dia ingin mengangkat masalah ini dalam pidato penutupnya. Dia mengatakan bahwa masalah ini adalah “masalah yang hingga kini masih menjadi luka dalam kehidupan Gereja di banyak tempat”.

“Saya ingin mengatakan, dan mendorong Anda untuk membagikan ini kepada para uskup: seringkali penderitaan para korban diperparah oleh kenyataan bahwa mereka tidak diterima dan didengarkan,” katanya.

“Pelecehan itu sendiri menyebabkan luka yang dalam yang dapat berlangsung seumur hidup. Tetapi seringkali skandal di Gereja terjadi karena pintu telah ditutup dan para korban tidak diterima,” kata dia.

Paus Leo mengungkapkan cerita korban kepadanya. Korban mengaku tidak uskup yang mau mendengarkannya.

“Seorang korban baru-baru ini mengatakan kepada saya bahwa hal yang paling menyakitkan baginya adalah tidak ada uskup yang mau mendengarkannya,” ucap dia.

Sekitar 170 kardinal hadir di Vatikan untuk konsistori pada hari Rabu dan Kamis, di mana mereka membahas arah masa depan Gereja.

Leo mengundang mereka untuk bertemu lagi pada akhir Juni, yang menurut Vatikan akan menjadi acara tahunan.