Presiden Amerika Serikat sedang mempertimbangkan serangan udara terhadap untuk menghentikan penindasan terhadap para demonstran. Demikian disampaikan Gedung Putih pada hari Senin (12/1) waktu setempat, seraya menambahkan bahwa “orang-orang dibunuh di jalanan.”
Namun, jalur diplomasi tetap terbuka, dengan Iran mengambil “nada yang jauh berbeda” dalam pembicaraan secara private dengan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.
“Satu hal yang sangat dikuasai Presiden Trump adalah selalu mempertimbangkan semua opsi yang ada. Dan serangan udara akan menjadi salah satu dari banyak opsi yang tersedia bagi panglima tertinggi,” kata Leavitt kepada wartawan, dilansir kantor berita AFP, Selasa (13/1/2026).
Leavitt menambahkan bahwa “diplomasi selalu menjadi pilihan pertama bagi presiden.”
“Apa yang Anda dengar secara publik dari rezim Iran sangat berbeda dari pesan-pesan yang diterima pemerintah secara pribadi, dan saya pikir presiden tertarik untuk mengeksplorasi pesan-pesan tersebut,” tambah Leavitt.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada Senin pagi, bahwa saluran komunikasi terbuka antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan khusus Trump, meskipun tidak ada hubungan diplomatik.
Sebelumnya, mengatakan pada hari Minggu lalu, bahwa militer AS sedang mempertimbangkan “opsi yang sangat kuat” terhadap. Dia mengatakan bahwa “tampaknya” Teheran telah melanggar garis merah yang sebelumnya ia nyatakan, yaitu pembunuhan para demonstran.
Trump mengatakan para pemimpin Iran telah menghubungi untuk mengadakan pertemuan tetapi “kita mungkin harus bertindak sebelum pertemuan.”
Kelompok hak asasi manusia telah melaporkan peningkatan jumlah korban jiwa, dengan informasi terus mengalir keluar dari Iran, meskipun internet telah dimatikan selama beberapa hari.
Leavitt pun mengkonfirmasi adanya korban jiwa dalam aksi-aksi demo di Iran.
“Dia (Trump) tentu tidak ingin melihat orang-orang dibunuh di jalanan Teheran, dan sayangnya itulah yang kita lihat sekarang,” kata Leavitt.
Trump mengatakan para pemimpin Iran telah menghubungi untuk mengadakan pertemuan tetapi “kita mungkin harus bertindak sebelum pertemuan.”
Kelompok hak asasi manusia telah melaporkan peningkatan jumlah korban jiwa, dengan informasi terus mengalir keluar dari Iran, meskipun internet telah dimatikan selama beberapa hari.
Leavitt pun mengkonfirmasi adanya korban jiwa dalam aksi-aksi demo di Iran.
“Dia (Trump) tentu tidak ingin melihat orang-orang dibunuh di jalanan Teheran, dan sayangnya itulah yang kita lihat sekarang,” kata Leavitt.







