dan secara bersama-sama mengusulkan misi di kawasan Arktik, di tengah ancaman Presiden (AS) untuk mengambil alih pulau strategis yang merupakan wilayah otonomi Denmark tersebut.
Menteri Pertahanan (Menhan) Denmark, Troels Lund Poulsen, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (21/1/2026), mengatakan bahwa usulan tersebut telah diajukan oleh Kopenhagen dan Nuuk kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO .
Hal ini disampaikan oleh Poulsen dalam konferensi pers gabungan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Greenland, Vivian Motzfeldt, yang digelar setelah keduanya bertemu dengan Rutte dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, di markas NATO yang ada di Brussels, Belgia.
“Kami telah membahasnya, dan kami juga telah mengusulkannya,” kata Poulsen dalam konferensi pers tersebut.
Namun dia tidak mengatakan lebih lanjut soal bagaimana Rutte menanggapi usulan tersebut.
Poulsen juga menegaskan kembali bahwa pihaknya akan melanjutkan dialog dengan para pejabat AS, dan menekankan bahwa Denmark tidak akan “menyerah dalam bersikeras untuk berdialog”.
“Jika Amerika Serikat menarik diri dari NATO besok, kita akan menghadapi tantangan besar dalam mengelola secara mandiri,” ujarnya, menggarisbawahi bahwa beberapa pernyataan Trump soal Denmark dan Greenland “benar-benar menyakitkan”.
Dalam konferensi pers yang sama, Motzfeldt menegaskan kembali bahwa “semua pintu tetap terbuka” melalui kerja sama dan pembangunan “dengan fokus pada pertahanan bersama” antar sekutu, dan bahwa pertahanan Greenland “terkait erat dengan pertahanan Amerika Serikat”.
“Bagi kami, warga Greenland, aspek terpenting dari partisipasi kami adalah mampu berbicara atas nama rakyat Greenland, sekaligus berkontribusi dalam menemukan solusi yang baik untuk kepentingan mereka. Kami telah melakukan pekerjaan itu dengan kami,” ucapnya.
Greenland yang merupakan wilayah otonom di dalam Kerajaan Denmark, telah menarik minat Trump karena lokasinya yang strategis di Arktik dan sumber daya mineralnya yang melimpah, serta kekhawatiran meningkatnya aktivitas Rusia dan China di sekitar pulau tersebut.
Trump berulang kali mengatakan bahwa AS harus mengakuisisi Greenland untuk keamanan nasional, dan demi mencegah atau menguasai wilayah tersebut. Dia juga mengancam akan mengenakan tarif kepada sekutu-sekutu Eropa yang menentang rencananya tersebut.
Baik Denmark maupun Greenland secara tegas menolak setiap proposal untuk menjual pulau tersebut, dan menegaskan kedaulatan Denmark atas pulau itu.
Dalam konferensi pers yang sama, Motzfeldt menegaskan kembali bahwa “semua pintu tetap terbuka” melalui kerja sama dan pembangunan “dengan fokus pada pertahanan bersama” antar sekutu, dan bahwa pertahanan Greenland “terkait erat dengan pertahanan Amerika Serikat”.
“Bagi kami, warga Greenland, aspek terpenting dari partisipasi kami adalah mampu berbicara atas nama rakyat Greenland, sekaligus berkontribusi dalam menemukan solusi yang baik untuk kepentingan mereka. Kami telah melakukan pekerjaan itu dengan kami,” ucapnya.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Greenland yang merupakan wilayah otonom di dalam Kerajaan Denmark, telah menarik minat Trump karena lokasinya yang strategis di Arktik dan sumber daya mineralnya yang melimpah, serta kekhawatiran meningkatnya aktivitas Rusia dan China di sekitar pulau tersebut.
Trump berulang kali mengatakan bahwa AS harus mengakuisisi Greenland untuk keamanan nasional, dan demi mencegah atau menguasai wilayah tersebut. Dia juga mengancam akan mengenakan tarif kepada sekutu-sekutu Eropa yang menentang rencananya tersebut.
Baik Denmark maupun Greenland secara tegas menolak setiap proposal untuk menjual pulau tersebut, dan menegaskan kedaulatan Denmark atas pulau itu.







