Kapolda Irjen Hengki mendorong kehumasan Polri adaptif terhadap perkembangan era digital. Dia mengungkit ada sekitar 180 juta warga di Indonesia yang menggunakan media sosial (medsos).
Hal itu disampaikan saat acara Pelatihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) Kehumasan bagi personel Polda Banten dan Polres/Polresta jajaran di Mapolda Banten, Jumat (23/1/2026).
Latkatpuan dibuka langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan serta pejabat utama Polda Banten. Kegiatan tersebut diikuti Kasihumas Polres/Polresta jajaran dan personel humas Polda Banten.
Hengki juga memaparkan data We Are Social Oktober 2025 yang mencatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 286 juta jiwa, dengan 230 juta pengguna internet.
“Dan 180 juta pengguna media sosial. Data tersebut menunjukkan ruang digital menjadi arena utama pembentukan opini publik,” katanya.
“Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut fungsi kehumasan Polri untuk terus beradaptasi dengan sistem komunikasi yang modern, terintegrasi, dan responsif,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber, salah satunya kreator konten Polri Ipda Herman Hadi Basuki atau yang dikenal sebagai Pak Bhabin Indonesia.
Hengki mengatakan pelatihan kehumasan memiliki makna strategis. Ia menyinggung peran Humas Polri menjadi garda terdepan dalam pembentukan citra institusi sekaligus penyedia informasi publik.
“Peran Humas Polri, termasuk pengelolaan media sosial, merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen Polri dalam menyampaikan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Hengki.
Menurut Hengki, profesionalitas kehumasan di tingkat Polda dan Polres sangat dibutuhkan untuk mendukung tugas kepolisian. Ia menyebut kerja humas bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.







