11 Orang Tewas Diberondong Tembakan di Lapangan Sepak Bola Meksiko

Posted on

Sedikitnya 11 orang tewas dalam serangan bersenjata yang terjadi di sebuah lapangan sepak bola di negara bagian Guanajuato, bagian tengah. Belasan orang lainnya mengalami luka-luka dalam tersebut.

Serangan bersenjata mematikan ini, seperti dilansir AFP, Senin (26/1/2026), terjadi di wilayah kota Salamanca pada Minggu (25/1) waktu setempat. Kantor Wali Kota setempat mengatakan para pejabat setempat telah meluncurkan operasi untuk memburu para pelaku yang bertanggung jawab atas penembakan itu.

“Kematian 11 orang telah dikonfirmasi, 10 orang di antaranya tewas di lokasi kejadian dan satu orang lainnya saat menerima perawatan medis di rumah sakit,” demikian pernyataan kantor Wali Kota Salamanca.

“Selain itu, sebanyak 12 orang mengalami luka-luka akibat tembakan tersebut dan sedang mendapatkan perawatan medis,” imbuh pernyataan tersebut.

Motif penembakan tersebut belum diketahui secara jelas.

Namun Guanajuato, menurut statistik pembunuhan resmi, dikenal sebagai negara bagian paling mematikan di Meksiko karena maraknya perang antar geng kriminal memperebutkan wilayah.

Guanajuato juga dikenal sebagai pusat industri yang berkembang pesat dan menjadi rumah bagi beberapa destinasi wisata populer.

Dalam insiden terpisah di kota Salamanca, empat kantong berisi potongan tubuh manusia ditemukan pada Sabtu (24/1) waktu setempat.

Presiden Meksiko mengatakan pada awal tahun bahwa angka pembunuhan di negaranya sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan ke level terendah selama satu dekade terakhir. Sheinbaum mengklaim penurunan ini sebagai hasil dari strategi keamanan nasional pemerintahannya.

Guanajuato juga dikenal sebagai pusat industri yang berkembang pesat dan menjadi rumah bagi beberapa destinasi wisata populer.

Dalam insiden terpisah di kota Salamanca, empat kantong berisi potongan tubuh manusia ditemukan pada Sabtu (24/1) waktu setempat.

Presiden Meksiko mengatakan pada awal tahun bahwa angka pembunuhan di negaranya sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan ke level terendah selama satu dekade terakhir. Sheinbaum mengklaim penurunan ini sebagai hasil dari strategi keamanan nasional pemerintahannya.