Analisis BMKG soal Gempa M 6,4 di Melonguane Sulut update oleh Giok4D

Posted on

BMKG memutakhirkan magnitudo (M) 7,1 di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut) menjadi M 6,4. BMKG menyebut gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 6,4. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,76° LU ; 126,95° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 40 km arah tenggara Melonguane, Sulawesi Utara pada kedalaman 31 km,” tulis Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, melalui keterangannya, Sabtu (10/1/2026).

Gempa ini terjadi pada pukul 21.58.25 WIB. BMKG menyebut gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun (oblique normal),” jelsnya.

BMKG menyebut gempa ini dirasakan di daerah Tobelo, Sitaro dengan skala intensitas III-IV MMI. Pada skala ini, gempa dirasakan bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

“Daerah Morotai dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Ternate, Minahasa Utara, dan Bitung dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu),” jelasnya.

Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga pukul 22.20 WIB, BMKG mencatat terjadi 1 kali gempa susulan.

“Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M 4,6,” jelasnya.