Warga Desa Cigandeng, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, dihebohkan oleh kemunculan hewan langka binturong di permukiman. Hewan itu muncul di permukiman diduga karena terbawa arus sungai.
Kepala Resor Konservasi Wilayah III BKSDA Serang, Tuwuh Rahadianto Laban, mengatakan hewan itu mati setelah dievakuasi dari warga. Menurut dia, ada luka tembakan di bagian leher.
“Begitu kita cek ada beberapa luka bekas ikatan tali tambang, kawat dan juga yang parahnya ada bekas luka tembak senapan angin di lehernya,” katanya, Minggu (18/1/2026).
Tuwuh menyatakan binturong merupakan hewan yang dilindungi berdasarkan Permen LHK Nomor 106 Tahun 2018. Dia menjelaskan, binturong memiliki kesamaan dengan musang, namun binturong memiliki tubuh lebih besar dan bulu lebat.
“Binturong jawa, kayak musang bau pandan, persis kaya begitu, cuman ini lebih besar, bulunya lebih lebat,” katanya.
Tuwuh belum bisa memastikan penyebab hewan tersebut masuk ke permukiman warga. Dia berencana melakukan pengecekan di kawasan hutan yang tidak jauh dari lokasi penemuan.
“Untuk memastikan itu ada di area hutan tersebut kita perlu inventarisasi, cuman untuk data sampai sekarang kami belum memiliki, tapi untuk memastikan ke depannya kita melakukan inventarisasi di kawasan hutan tersebut, apakah ada spesies tersebut atau tidak,” ujarnya.
