Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () memprediksi masih akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia hingga akhir Januari 2026. Wilayah yang diperkirakan terdampak hujan dengan intensitas tinggi di antaranya Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Hal itu disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam rapat kerja Komisi V DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Faisal mengatakan pada periode 26-28 Januari 2026, curah hujan di sejumlah daerah, termasuk DKI Jakarta, masih tergolong tinggi.
“Kami sampaikan bahwa daerah yang untuk seminggu ke depan, tanggal 26, 27, 28 ini, yang cukup tinggi adalah di daerah Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, kemudian seluruh Jawa, Bali, Nusa Tenggara,” kata Faisal.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Faisal menjelaskan, pada akhir bulan ini, intensitas hujan masih berada pada kategori hujan lebat. BMKG memprediksi curah hujan mencapai 50 hingga 100 milimeter per hari.
“Ini adalah kondisi di akhir bulan Januari ini di mana hujannya masih cukup tinggi atau hujan lebat 50 sampai 100 mm per hari,” sambung dia.
Dia mengatakan musim kemarau di Pulau Jawa akan dimulai pada Mei. Sedangkan puncak musim hujan masih akan berlangsung sampai Februari.
“Tapi, kalau di Jawa, ini sekarang kita cukup banyak hujannya kondisinya masih cukup yang hijau tadi itu. Kemudian makin lama makin mengering, kemudian bulan Mei, Juni, dan Juli itu adalah musim kering di daerah Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara,” ujarnya.
“Jadi puncak musim hujan masih terjadi di bulan Januari hingga di awal Februari tahun ini ” sambung dia.
Lebih lanjut, Faisal mengatakan untuk wilayah Sumatera, khususnya Aceh dan Sumatera Utara bagian timur, kondisi cuaca diprediksi mulai mengering pada Februari. Sedangkan pada Maret, curah hujan di Sumatera akan kembali naik.
“Di daerah Sumatera di atas khatulistiwa itu kita mengalami musim hujan dua kali dan musim kemarau dua kali, tapi dengan intensitas yang berbeda,” jelasnya.
“Ini ada musim hujan yang cukup, yang pertama itu pada bulan Maret dan April, Mei. Kemudian selanjutnya pada bulan Juni dan Juli itu kering. Ini di daerah Sumatera bagian utaranya,” imbuh dia.
Lebih lanjut, Faisal mengatakan untuk wilayah Sumatera, khususnya Aceh dan Sumatera Utara bagian timur, kondisi cuaca diprediksi mulai mengering pada Februari. Sedangkan pada Maret, curah hujan di Sumatera akan kembali naik.
“Di daerah Sumatera di atas khatulistiwa itu kita mengalami musim hujan dua kali dan musim kemarau dua kali, tapi dengan intensitas yang berbeda,” jelasnya.
“Ini ada musim hujan yang cukup, yang pertama itu pada bulan Maret dan April, Mei. Kemudian selanjutnya pada bulan Juni dan Juli itu kering. Ini di daerah Sumatera bagian utaranya,” imbuh dia.







