Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana () Letjen TNI Suharyanto mengatakan masih banyak jalan yang terputus di Provinsi buntut bencana banjir. Kendati demikian, BNPB menyebutkan sudah mulai mengerahkan pasukan ke sana lebih banyak dari sebelumnya.
Hal itu disampaikan Suharyanto dalam Rakor Penanganan Darurat Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025), yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB. Ia mengatakan masih banyak jalan-jalan di Aceh yang terputus akibat banjir.
“Aceh ini karena masih banyak yang terputus. Secara singkat di Aceh kekuatannya sudah mulai banyak, sudah full. Memang yang menonjol di Aceh ini masih banyak sekali jalan-jalan yang masih putus Bapak Menko,” kata Suharyanto.
Ia menjelaskan, akses jalan dari Sumatera Utara ke Aceh masih terputus. Hal serupa terjadi di lintasan Banda Aceh menuju Lhokseumawe.
“Kemudian, Gayo Lues juga masih putus sampai Aceh Tengggara. Kemudian, Aceh Tengah juga masih putus,” ungkapnya.
Kepala BNPB mengatakan Kabupaten Bener Meriah juga masih terisolasi. Hal yang sama terjadi di Subulussalam.
“Bener Meriah masih terisolir, Subulussalam juga masih terisolir,” katanya.
Suharyanto mengatakan, data per Minggu (30/11), jumlah korban di Aceh akibat bencana mencapai 54 jiwa. Adapun 55 jiwa lainnya dilaporkan masih hilang.
“Jumlah korban Aceh lebih sedikit daripada Sumatera Utara, per hari ini baru terdata 54 jiwa hilang, 55 jiwa terluka, 8 yang terdampak lainnya lebih kecil. Tapi terkesan karena Aceh ini banyak kabupaten kota yang masih putus sehingga itu yang memerlukan perhatian secara khusus,” imbuhnya.
