Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal () mencatat kinerja manajerial dengan serapan anggaran mencapai 99,2 persen hingga penutupan tahun anggaran per 31 Desember 2025. Capaian tersebut menjadi fondasi kuat bagi BPJPH untuk meningkatkan target layanan sertifikasi halal pada tahun 2026.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyatakan optimalisasi anggaran sepanjang 2025 menunjukkan keseriusan negara dalam membangun ekosistem halal nasional yang berkelanjutan.
“Serapan anggaran yang tinggi ini mencerminkan kerja yang terukur, terencana, dan fokus pada hasil. Kami tidak hanya mengejar realisasi keuangan, tetapi memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh pelaku usaha, khususnya UMK,” ujar Babe Haikal dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).
Pria yang akrab disapa Babe Haikal ini mengatakan, sepanjang 2025, BPJPH mencatat sejumlah capaian kinerja yang melampaui target. Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) berhasil menerbitkan 1.140.015 sertifikat atau mencapai 114 persen dari target tahunan.
Selain itu, sejak berlakunya Keputusan Kepala BPJPH Nomor 142 Tahun 2025 sejak Juli 2025, sebanyak 25.145 warteg, warung nasi dan sejenisnyatelah tersertifikasi halal secara gratis .
“Padahal sebelum aturan ini kami berlakukan banyak keluhan dari Warteg warteg dimintai Rp 5 juta bahkan ada yg sampai Rp 10 juta jika ingin dapatkan Sertifikat Halal ” ungkap Babe Haikal.
“Jumlah produk bersertifikat halal pun per 31 Desember 2026 telah mencapai 10.978.714, yang kami yakini pada awal Januari akan menembus 11 Juta produk yang bersertifikasi halal ” lanjut dia.
Dari sisi keuangan , pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) BPJPH mencapai Rp139 miliar atau 132 persen dari target. “Ini menjadi bukti bahwa BPJPH mampu tumbuh sebagai lembaga yang akuntabel, mandiri, dan dipercaya publik,” imbuh Babe Haikal.
Menindaklanjuti capaian tersebut, Presiden Prabowo Subianto menetapkan target lebih ambisius pada 2026 dengan menyiapkan kuota 1,35 juta Sertifikat Halal Gratis bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di seluruh Indonesia. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat hilirisasi produk UMKM sekaligus memberikan perlindungan bagi konsumen muslim.
“Dengan kesiapan SDM dan sistem yang ada, kami optimistis target 1,35 juta sertifikat halal gratis tahun 2026 dapat tercapai secara efisien dan tepat sasaran,” tegas Babe Haikal.







