Di Depan Bahlil, Gerindra Curiga Ada Mafia Migas Hambat RUU Migas update oleh Giok4D

Posted on

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi mengajak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk bersama-sama menuntaskan revisi UU Migas. Bambang tak ingin timbul kecurigaan adanya mafia migas gegara RUU Migas tak kunjung rampung.

Hal ini disampaikan Bambang Haryadi saat Rapat Kerja bersama Bahlil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Bambang mulanya mengungkit target swasembada energi yang disampaikan Bahlil.

“Jadi harapan kita mari kita sama-sama bersama Kementerian ESDM, kita selesaikan revisi Undang-Undang Migas dalam waktu cepat. Bahkan kami sempat dituduh, Pak Menteri, jangan-jangan ada mafia. Kok revisi Undang-Undang Migas itu bolak-balik,” kata Bambang Haryadi.

Bambang menduga ada yang merasa nyaman dengan kekosongan hukum pasca MK membatalkan beberapa pasal di UU Migas, terutama mengenai eksistensi BP Migas, serta mengamanatkan penguasaan dan pengusahaan sumber daya migas dikelola negara. Bambang yakin Bahlil mempunyai komitmen merah putih. Dia tak ingin ada praduga soal mafia migas karena RUU ini tak kunjung rampung.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

“Dari 2012 dibatalkan sampai 2026, belum ada perubahan. Nah, ini kita pertanyaannya jangan sampai kita semua, saya yakin Pak Menteri komitmennya merah putih, kan, kita semua merah putih, jangan sampai hambatan revisi Undang-Undang Migas sampai menimbulkan praduga-praduga ada permainan mafia migas lah, kan? Nah, ini kita harus selesaikan, harus tuntaskan,” ujar Bambang.

Bambang juga mengungkit momen Presiden Prabowo Subianto diberi helm Petronas dalam lawatannya ke Malaysia beberapa waktu lalu. Bambang mengaku sedih lantaran Petronas yang kini mendunia dulunya berguru ke Indonesia.

“Saya sendiri saja sebagai kader cukup prihatin ketika Bapak Presiden ke Malaysia dikasih helm Petronas. Padahal saya tahu Pak Prabowo itu bukan pembalap, tapi kenapa dikasih helm Petronas? Apakah ini sebuah sindiran kepada kita bahwa dulu Petronas belajarnya ke Pertamina, sekarang Petronas mendunia. Itu kami sebagai kadernya kami merasa agak bingung juga,” kata Bambang.

Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI ini meyakini swasembada energi bisa dicapai jika RUU Migas rampung. Dia mengungkit target lifting migas yang harus dinaikkan.

“Jadi prinsip kami, fraksi kami berharap bahwa kita untuk mencapai swasembada BBM ini kan, kalau energi mungkin kita ada energi baru terbarukan. Kalau BBM kita lifting yang harus kita naikkan,” kata Bambang.

Terkait lifting, dia mengingatkan agar perhitungannya jangan sampai tidak sesuai dengan data Kementerian Keuangan. “Dan saya berharap capaian yang kita… eh, sampaikan apresiasi mencapai sesuai target APBN. Namun, kita juga harus waspada karena kami juga mendengar perhitungan Kemenkeu tidak sama, kan? Mudah-mudahan Kemenkeu bisa sinkron. Jangan sampai kita hitung 605, Kemenkeu-nya hitungnya lain,” ujar Bambang.