Henry Saragih, Eks Jurkam Saat Pilpres Venezuela Kaget Maduro Ditangkap AS

Posted on

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mengaku terkejut saat mendapat kabar Presiden Venezuela ditangkap Amerika Serikat (AS). Henry bercerita tentang awal perkenalannya dengan Maduro hingga ikut berkampanye untuk Maduro di Pemilu Venezuela tahun 2013.

Sebagai informasi, Henry merupakan pemimpin La Via Campesina atau Gerakan Petani Dunia pada 2013 atau saat menghadiri kampanye Maduro. La Via Campesina sendiri beranggotakan 180 organisasi petani dari 81 negara di Afrika, Asia, Eropa, hingga Amerika.

Saat itu, Henry naik ke panggung bersama Maduro. Maduro memperkenalkan Henry sebagai ‘my brother‘ dan menyerahkan mikrofon ke Henry untuk berpidato. Henry kemudian berpidato mendukung Maduro dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan ke bahasa Spanyol oleh rekannya.

Kembali soal penangkapan Maduro oleh AS, Henry mengaku kaget mendengar informasi itu. Dia pun bercerita tentang perkenalannya dengan Maduro.

“Ya tentu terkejut. Saya kenal sama Maduro bermula dari Chavez, sebagai Presiden Venezuela, yang banyak mendukung petani di Latin America. Dia mendukung dalam bentuk bangunan sekolah untuk pertanian agroekologi di Venezuela dan di banyak tempat di Latin America,” ucap Henry.

Dia mengatakan mantan Presiden Venezuela Hugo Chavez yang memperkenalkannya dengan Maduro. Dia menyebutkan Maduro saat itu masih menjabat Menteri Luar Negeri di pemerintahan Chavez.

“Dia perkenalkan dengan Maduro sebagai Menteri Luar Negeri yang memperlancar dukungan-dukungan dari Venezuela untuk petani, khususnya di Latin America. Saya sebagai Koordinator Gerakan Petani Dunia tentunya mengurus itu ya karena anggota La Via Campesina berada di seluruh dunia, termasuk Latin America yang besar,” ucapnya.

Dia mengatakan Maduro muncul sebagai sosok penerus Chavez di Venezuela. Henry mengatakan dirinya diundang Maduro untuk ikut berkampanye.

“Chavez meninggal dunia dan Maduro sebagai suksesinya, ya saya diundang oleh Maduro untuk memberi kesaksian agar dia dipilih oleh rakyat Venezuela,” ucapnya.

Henry pun mengecam serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela dan penangkapan Maduro pada Sabtu (3/1). Dia mengatakan aksi AS tersebut berbahaya.

“Ini adalah preseden berbahaya ‘imperialisme tanpa topeng’. Ketika sebuah negara berusaha mempertahankan kedaulatan politik, sumber daya, dan pangan rakyatnya, maka pemimpinnya dikriminalisasi dan dinegasikan legitimasinya,” ujar Henry.

Dia menyebutkan Maduro berani melanjutkan nasionalisasi pengelolaan sumber daya alam. Dia khawatir AS akan merampas tanah para petani kecil di Venezuela. Apalagi, menurut dia, Presiden AS Donald Trump secara terbuka ingin menguasai minyak Venezuela.

“Hari ini Venezuela, besok bisa negara lain. Karena itu, kami menolak segala bentuk intervensi, penculikan, dan kriminalisasi politik atas nama apa pun,” ucap Henry.

AS menangkap Maduro karena dianggap terlibat dalam kartel narkoba. Maduro kini telah ditahan dan akan diadili di AS.

Henry pun mengecam serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela dan penangkapan Maduro pada Sabtu (3/1). Dia mengatakan aksi AS tersebut berbahaya.

“Ini adalah preseden berbahaya ‘imperialisme tanpa topeng’. Ketika sebuah negara berusaha mempertahankan kedaulatan politik, sumber daya, dan pangan rakyatnya, maka pemimpinnya dikriminalisasi dan dinegasikan legitimasinya,” ujar Henry.

Dia menyebutkan Maduro berani melanjutkan nasionalisasi pengelolaan sumber daya alam. Dia khawatir AS akan merampas tanah para petani kecil di Venezuela. Apalagi, menurut dia, Presiden AS Donald Trump secara terbuka ingin menguasai minyak Venezuela.

“Hari ini Venezuela, besok bisa negara lain. Karena itu, kami menolak segala bentuk intervensi, penculikan, dan kriminalisasi politik atas nama apa pun,” ucap Henry.

AS menangkap Maduro karena dianggap terlibat dalam kartel narkoba. Maduro kini telah ditahan dan akan diadili di AS.