Otoritas mengecam (AS) yang baru saja melancarkan serangan terhadap pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Kecaman serupa juga disampaikan oleh dan .
Pemerintahan Presiden menuduh AS telah melancarkan “agresi militer yang sangat serius dan berat” terhadap Venezuela. Pemerintah Venezuela menuduh AS telah menyerang area Caracas, dan negara bagian Miranda, Aragua, serta La Guaira.
Presiden telah mengonfirmasi bahwa AS memang menyerang Venezuela, yang disebutnya sebagai “serangan skala besar” yang sukses. Trump juga mengatakan bahwa Maduro telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.
Kementerian Luar Negeri Iran, seperti dilansir AFP dan CNN, Sabtu (3/1/2026), menyebut serangan AS itu melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Venezuela, serta melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Mengutuk keras serangan militer Amerika terhadap Venezuela dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial negara tersebut,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Teheran, Press TV.
Iran, yang merupakan sekutu utama Venezuela, memperingatkan konsekuensi dari serangan AS itu terhadap seluruh sistem internasional.
“Agresi militer AS terhadap negara merdeka yang merupakan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan pelanggaran berat terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional, dan konsekuensinya akan mempengaruhi seluruh sistem internasional,” sebut Kementerian Luar Negeri Iran.
Secara terpisah, Presiden Kolombia, , menyatakan keprihatinan dan kecaman atas situasi terkini di Venezuela, namun tanpa menyebut AS.
“Pemerintah Kolombia menolak tindakan militer sepihak apa pun yang dapat memperburuk situasi atau membahayakan penduduk sipil,” tulis Petro dalam pernyataan via media sosial X.
Dia menambahkan bahwa negaranya memantau situasi di Venezuela, negara tetangganya, dengan “keprihatinan mendalam”, dan mendesak semua pihak yang terlibat untuk menahan diri dari tindakan yang memicu eskalasi.
Kecaman serupa datang dari Presiden Kuba, , yang menyebut serangan AS terhadap Venezuela sebagai serangan “kriminal”.
“Kuba mengecam dan mendesak reaksi komunitas internasional terhadap serangan kriminal oleh AS terhadap Venezuela. Zona perdamaian kita sedang diserang secara brutal,” tegasnya.
Secara terpisah, Presiden Kolombia, , menyatakan keprihatinan dan kecaman atas situasi terkini di Venezuela, namun tanpa menyebut AS.
“Pemerintah Kolombia menolak tindakan militer sepihak apa pun yang dapat memperburuk situasi atau membahayakan penduduk sipil,” tulis Petro dalam pernyataan via media sosial X.
Dia menambahkan bahwa negaranya memantau situasi di Venezuela, negara tetangganya, dengan “keprihatinan mendalam”, dan mendesak semua pihak yang terlibat untuk menahan diri dari tindakan yang memicu eskalasi.
Kecaman serupa datang dari Presiden Kuba, , yang menyebut serangan AS terhadap Venezuela sebagai serangan “kriminal”.
“Kuba mengecam dan mendesak reaksi komunitas internasional terhadap serangan kriminal oleh AS terhadap Venezuela. Zona perdamaian kita sedang diserang secara brutal,” tegasnya.
