Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri () membuka sekolah staf dan pimpinan tinggi (Sespimti) Dikreg ke-35 dan Sespimmen (Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah Polri) Dikreg ke-66. Program pendidikan ini resmi dimulai.
Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-35 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-66 dinyatakan resmi dimulai melalui upacara di Gedung Utaryo, Sespim Lemdiklat Polri, Lembang, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). Upacara pembukaan ini dipimpin oleh Wakalemdiklat Irjen Achmad Kartiko didampingi Kepala Sespim Lemdiklat Polri Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga.
Laporan persiapan pendidikan Sespimti Polri Dikreg 35 dan Sespimen Polri Dikreg 66 disampaikan oleh Kepala Sespimti Polri, Brigjen Eko Suprihanto. Pelaksanaan Sespimti Polri Dikreg 35 dan Sespimen Polri Dikreg 66 berdasarkan pada Surat Keputusan Kapolri No. KEP/1954/XII/2025 tertanggal 18 Desember 20205.
“Sespimti Polri terdiri 57 serdik yang terdiri dari serdik Polri 47 orang, TNI 8 orang, Kejaksaan Agung 1 orang, dan Kemenimipas 1 orang” ungkap Eko dalam laporannya.
Eko menambahkan untuk Sespimen Dikreg 66 diikuti 201 orang peserta didik yang terdiri dari 185 orang anggota Polri, anggota TNI 13 orang dan 2 orang dari mancanegara ya itu Timor Leste.
Upacara pembukaan ini menandai dimulainya kawah candradimuka bagi para perwira terpilih yang akan dipersiapkan menjadi pemimpin strategis dan manajerial di masa depan.
Wakil Kepala Lemdiklat Polri, Irjen Achmad Kartiko dalam sambutannya menyatakan para peserta merupakan individu terpilih yang telah lolos seleksi ketat dan kompetitif. Dia berharap anugerah ini bisa dimaknai dengan rasa syukur dan penuh semangat.
“Saudara adalah perwira-perwira terpilih. Saya berharap anugerah ini dimaknai dengan rasa syukur yang diimplementasikan melalui proses belajar yang sungguh-sungguh, penuh semangat, dan dedikasi,” katanya.
Kepada para peserta didik, Achmad Kartiko menekankan pentingnya peran mereka sebagai calon pemimpin Polri. Di mana, katanya, nantinya mereka yang akan menjadi garda terdepan dalam membangun organisasi yang profesional.
Dia menggarisbawahi enam nilai utama yang harus dipegang teguh selama pendidikan dan saat bertugas nanti. Enam nilai itu di antaranya Integritas, yakni menanamkan kejujuran dan komitmen karena kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar Polri.
Kemudian Unggul, yakni menjadi pemimpin yang terus belajar, beradaptasi, dan mampu menghadirkan solusi inovatif di setiap situasi. Lalu Modern, yakni memanfaatkan teknologi dan pendekatan mutakhir demi pelayanan yang cepat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan publik.
Selain itu, Achmad Kartiko meminta para peserta didik untuk Bersih, yakni menegakkan akuntabilitas, menghindari segala bentuk penyimpangan, dan menjaga institusi tetap bersih.
Kemudian Nyaman, yakni menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan kondusif bagi anggota maupun masyarakat. Terakhir, Bahagia, yakni menjaga keseimbangan antara tanggung jawab pekerjaan dan kesehatan pribadi agar dapat memberikan energi positif dalam memimpin.
Menutup arahannya, dia berpesan agar para peserta didik tidak menyia-nyiakan waktu selama di lembaga pendidikan. Pendidikan ini diharapkan tidak hanya melahirkan perwira yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu bersinergi lintas sektoral demi menjaga stabilitas keamanan nasional.
“Pegang teguh nilai-nilai ini, jalankan pendidikan dengan sepenuh hati, dan jadilah pemimpin yang menginspirasi perubahan positif. Saya percaya saudara memiliki potensi besar untuk membawa Polri menuju masa depan yang lebih gemilang,” ujarnya.
