menegaskan dirinya masih Presiden saat menjalani sidang dakwaan di Pengadilan New York atas tuduhan perdagangan narkoba dan senjata. Ia mengaku diculik oleh Amerika Serikat (AS) sejak Sabtu pekan lalu.
Dilansir AFP, Selasa (6/1/2026), Maduro juga mengaku tidak bersalah atas apa yang dituduhkan kepadanya. “Saya tidak bersalah. Saya tidak bersalah,” kata pria berusia 63 tahun tersebut.
Sambil tersenyum saat memasuki ruang sidang dan mengenakan kemeja oranye dengan celana panjang krem, Maduro berbicara dengan lembut. Ia memastikan masih Presiden Venezuela dan diculik oleh pihak Amerika Serikat.
“Saya Presiden Republik Venezuela dan saya diculik di sini sejak 3 Januari, Sabtu,” kata Maduro kepada pengadilan dalam bahasa Spanyol melalui penerjemah.
“Saya ditangkap di rumah saya di Caracas, Venezuela,” lanjutnya.
Istri Maduro, Cilia Flores, juga mengaku tidak bersalah. Hakim memerintahkan keduanya untuk tetap berada di balik jeruji besi dan menetapkan tanggal sidang baru pada 17 Maret.
Pasangan presiden tersebut diculik secara paksa oleh komando AS pada dini hari Sabtu dalam serangan udara di ibu kota Venezuela yang didukung oleh pesawat tempur dan pengerahan angkatan laut yang besar.
Ribuan orang berpawai di Caracas untuk mendukung Maduro saat mantan wakilnyaa, Delcy Rodriguez, dilantik sebagai presiden sementara.







