ditangkap dalam operasi pasukan Amerika Serikat (AS) di Venezuela. Sejumlah tim pengawal Maduro juga ikut tewas dalam serangan tersebut.
“Serangan itu menyebabkan pembunuhan berdarah dingin terhadap Sebagian besar tim keamanannya, tentara, dan warga sipil yang tidak bersalah,” kata Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez dilansir CNN International, Senin (5/1/2025).
Dilansir Al Jazeera, Padrino mengecam langkah AS sebagai “penculikan pengecut”. Dia mengatakan beberapa pengawal Maduro dibunuh “dengan kejam”.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Padrino menyebut personel militer dan warga sipil Venezuela juga menjadi korban serangan operasi penangkapan Madur. Otoritas Venezuela belum memberikan jumlah resmi korban luka atau tewas dalam operasi pasukan AS.
“Saya menyerukan kepada rakyat Venezuela untuk melanjutkan semua aktivitas mereka, ekonomi, pekerjaan, dan pendidikan, dalam beberapa hari mendatang,” kata Padrino.
“Negara harus mengikuti jalur konstitusionalnya,” sambungnya.
Seperti diketahui, serangan besar-besaran ke sejumlah titik di Venezuela diikuti penangkapan Nicolas Maduro merupakan puncak dari tekanan selama berbulan-bulan oleh pemerintahan Trump terhadap Venezuela. Operasi ini pun menuai kecaman dari beberapa pemimpin internasional.
Maduro ditangkap pada Sabtu (3/1) dini hari. Penangkapan diawali dengan serangan oleh pasukan AS. AS menyebut Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah. Setelah itu, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa ke AS.
Trump telah mendesak Maduro untuk menyerahkan kekuasaan dan menuduhnya mendukung kartel narkoba. Trump menuduh Maduro dan kartel narkoba bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS yang terkait dengan penggunaan narkoba ilegal.
Sejak September 2025, pasukan AS telah membunuh lebih dari 100 orang dalam setidaknya 30 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba dari Venezuela di Karibia dan Pasifik. Para ahli hukum mengatakan aksi AS itu kemungkinan melanggar hukum AS dan internasional.
