Polisi meminta pemerintah daerah memperhatikan lokasi yang menjadi titik rawan kecelakaan di Kabupaten , Jawa Barat. Salah satunya karena minum penerangan jalan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatinka, mengatakan selama ini pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Masukan seperti itu akan ditindaklanjuti.
“Selama ini memang Pemkab Bogor sinergi dengan Polres Bogor. Masukan-masukan seperti itu langsung ditindaklanjuti,” kata Sekda kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026).
Ajat mengatakan titik-titik yang menjadi lokasi kecelakaan itu biasanya diperbaiki dalam waktu dekat. Namun, hal tersebut sesuai dengan ketersediaan anggaran.
“Selama ini begitu (diperbaiki dalam waktu dekat) sesuai ketersediaan anggaran,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan, pihaknya telah memetakan titik rawan terjadi kecelakaan. Dia meminta bantuan pemerintah daerah untuk diperhatikan.
“Anatominya rata-rata jalannya gelap, licin, rambu dan markanya tidak layak. Untuk itu, pada kesempatan ini, saya memohon bantuan kepada Pak Wakil Bupati, Pak Ketua DPRD, mungkin nanti rinciannya akan diserahkan oleh Pak Kasat Lantas nanti ke pihak pemerintah daerah,” kata Wikha, dikutip Kamis (1/1).
Dengan demikian, nantinya lokasi titik rawan kecelakaan itu tidak lagi gelap. Sebab, kebanyakan tidak ada penerangan jalan umum (PJU) di sana.
“Sehingga lokasi-lokasi rawan laka (kecelakaan) ini yang kebanyakan karena jalannya gelap, tidak ada PJU-nya, kemudian markahnya sudah sedikit, itu bisa diminimalisir,” ungkapnya.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
