Rafi Pratama Irawan membacakan puisi untuk ayahnya, Ferry Irawan, yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros. Rafi, dalam puisinya berjanji akan menjaga sang ibunda.
Puisi itu dibacakan Rafi dalam upacara persemayaman tiga korban pesawat ATR 42-500 di Auditorium Madidihang, Akademi Usaha Perikanan (AUP) Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026). Puisi itu berjudul ‘Selamat Jalan Papahku Tercinta’.
Rafi ditemani pamannya, Muhammad Ahmad, saat membacakan puisi tersebut. Dia mengenakan gamis dan peci saat mengikuti upacara penghormatan itu.
Berikut puisi yang dibacakan Rafi untuk sang ayah Ferry Irawan:
Selamat Jalan Papahku Tercinta
Hari ini aku berdiri di sini dengan hati yang belajar ikhlas meski air mata ingin jatuh
Papah
Aku percaya ini adalah takdir yang terbaik dari Allah. Papa dipanggil saat sedang mengabdi menjalankan tugas negara melakukan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan
InsyaAllah papah wafat dalam keadaan sahid husnul khotimah. Ya Allah ampunilah dosa papahkuh, terimalah amal dan ibadahnya, lapangkan kuburnya dan tempat ia disisimu bersama orang-orang yang soleh
Papah aku masih kecil, tapi papah telah mengajarkan ku tauladan yang besar tentang keikhlasan tentang keberanian dan tentang menyerahkan segala hanya kepada Allah SWT
Aku berjanji pah aku akan menjaga salatku menjadi anak yang baik, anak yang sholeh dan aku akan menjaga mamah dan sayang dengan adik Radin
Papah jika hari ini aku menangis itu bukan karena marah kepada takdir.
Tapi karena aku sangat mencintai Papah.
Selamat jalan, Papah.
Doaku menyertai kepergianmu.
Semoga Papah tenang di sana, dan kita dapat berkumpul kembali di surga Allah yang paling indah.
Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Diketahui Ferry Irawan merupakan salah satu korban dari kecelakaan pesawat ATR 42-500. Ferry merupakan pegawai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
