Presiden (AS) terlihat dengan memar di tangan dalam sejumlah foto yang dirilis media, saat dia menghadiri (WEF) di Davos, Swiss. Hal ini menimbulkan berbagai spekulasi soal kesehatannya. Namun, Trump menepisnya dengan mengatakan tangannya terbentur meja.
Trump sering terlihat dengan memar di tangannya dalam acara-acara publik sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu. Namun memar sebelumnya terlihat di tangan kanan Trump, yang seringkali disembunyikan dengan plester dan riasan.
Gedung Putih mengatakan bahwa memar di tangan kanan Trump itu disebabkan oleh kombinasi seringnya dia berjabat tangan dan aspirin yang dikonsumsi untuk kesehatan kardiovaskularnya, yang dapat menyebabkan kecenderungan memar.
Namun, dalam foto-foto terbaru saat Forum Ekonomi Dunia di Davos, seperti dilansir AFP dan CNN, Jumat (23/1/2026), memar gelap terlihat di lokasi yang sama, tetapi kali ini pada tangan kiri Trump.
Foto-foto memar di tangan kiri Trump yang diambil pada Kamis (22/1), tepatnya saat peluncuran Dewan Perdamaian, dengan cepat menyebar di media sosial disertai berbagai spekulasi. Trump dengan cepat menepisnya.
“Saya terbentur meja,” kata Trump saat berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One ketika ditanya soal memar tersebut.
“Saya mengoleskan sedikit, apa namanya? Krim. Tapi saya terbentur,” ucapnya.
Trump menambahkan bahwa dosis aspirin yang tinggi membuat dirinya rentan mengalami memar. Hal ini sebelumnya telah disebutkan oleh dokter yang menangani Trump.
“Saya akan mengatakan, minumlah aspirin jika Anda menyayangi jantung Anda, tetapi jangan minum aspirin jika Anda tidak ingin mengalami sedikit memar,” ujar Trump kepada wartawan di Air Force One.
“Saya minum aspirin dosis tinggi, dan ketika Anda minum aspirin dosis tinggi, mereka memberitahu Anda, Anda akan mengalami memar. Dokter berkata, ‘Anda tidak perlu minum itu, Pak, Anda sangat sehat’. Saya berkata, ‘Saya tidak mau mengambil risiko’,” tuturnya.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Gedung Putih menyampaikan penjelasan serupa pada Kamis (22/1) waktu setempat, dalam upaya menepis kekhawatiran.
“Pada acara Dewan Perdamaian hari ini di Davos, Presiden Trump membenturkan tangannya pada sudut meja untuk penandatanganan, menyebabkan memar,” kata Sekretaris Gedung Putih, Karoline Leavitt.
Seorang pejabat Gedung Putih membagikan foto-foto Trump di Davos pada Rabu (21/1) dan Kamis (22/1) pagi, yang disebut tidak menunjukkan memar di tangan Trump.
Menurut sejumlah video, pada awal seremoni penandatanganan Dewan Perdamaian, tidak terlihat memar parah pada tangan Trump. Namun sekitar 10 menit kemudian, terlihat memar di tangan Trump setelah dia duduk di meja dan menandatangani beberapa dokumen.
Trump menambahkan bahwa dosis aspirin yang tinggi membuat dirinya rentan mengalami memar. Hal ini sebelumnya telah disebutkan oleh dokter yang menangani Trump.
“Saya akan mengatakan, minumlah aspirin jika Anda menyayangi jantung Anda, tetapi jangan minum aspirin jika Anda tidak ingin mengalami sedikit memar,” ujar Trump kepada wartawan di Air Force One.
“Saya minum aspirin dosis tinggi, dan ketika Anda minum aspirin dosis tinggi, mereka memberitahu Anda, Anda akan mengalami memar. Dokter berkata, ‘Anda tidak perlu minum itu, Pak, Anda sangat sehat’. Saya berkata, ‘Saya tidak mau mengambil risiko’,” tuturnya.
Gedung Putih menyampaikan penjelasan serupa pada Kamis (22/1) waktu setempat, dalam upaya menepis kekhawatiran.
“Pada acara Dewan Perdamaian hari ini di Davos, Presiden Trump membenturkan tangannya pada sudut meja untuk penandatanganan, menyebabkan memar,” kata Sekretaris Gedung Putih, Karoline Leavitt.
Seorang pejabat Gedung Putih membagikan foto-foto Trump di Davos pada Rabu (21/1) dan Kamis (22/1) pagi, yang disebut tidak menunjukkan memar di tangan Trump.
Menurut sejumlah video, pada awal seremoni penandatanganan Dewan Perdamaian, tidak terlihat memar parah pada tangan Trump. Namun sekitar 10 menit kemudian, terlihat memar di tangan Trump setelah dia duduk di meja dan menandatangani beberapa dokumen.
