Pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara dan fondasi bagi kemajuan bangsa. Sejalan dengan Asta Cita ke-4 yang menekankan peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia, Sekolah Rakyat menjadi salah satu gerbang untuk memastikan visi tersebut terwujud.
Sekolah Rakyat hadir dengan model pendidikan inklusif yang dirancang agar seluruh masyarakat dapat memperoleh kesempatan belajar tanpa hambatan ekonomi maupun sosial. Bukan hanya memperluas akses belajar, Sekolah Rakyat juga berfungsi sebagai strategi jangka panjang untuk mengentaskan kemiskinan dan menghapus ketertinggalan.
Digerakkan melalui pendekatan kolaboratif berbagai lintas kementerian dan instansi, Sekolah Rakyat hadir melalui sinergi pemerintah meliputi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi (Kemendikti), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Kementerian Sosial (Kemensos).
Dalam hal ini, Kemensos yang menempatkan pendidikan sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan mengambil peran besar melalui intervensi sosial terpadu. Sebab, tanpa peningkatan kualitas SDM, program bantuan sosial hanya akan menjadi solusi jangka pendek.
Sekolah Rakyat Sentuh Masyarakat yang Tak Terjangkau
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan Sekolah Rakyat memiliki keistimewaan karena mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh pendidikan.
“Sekolah Rakyat istimewa, menjangkau yang belum terjangkau. Banyak anak yang mengubur mimpinya karena tak punya kesempatan. Sekolah Rakyat hadir untuk menghidupkan mimpi itu. Siapa tahu, dari sini lahir seorang presiden,” tegas Gus Ipul dikutip dari infoJatim, Senin, (8/12/2025).
Selain itu, penguatan Sekolah Rakyat dilakukan melalui kurikulum terpadu yang tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan hidup. Keistimewaan lain tampak pada proses penerimaan siswa. Alih-alih menggunakan tes akademik, Sekolah Rakyat menerapkan pemetaan talenta berbasis DNA untuk mengidentifikasi potensi unik setiap anak seperti yang sebelumnya telah diimplementasikan di Kediri.
Jaminan masa depan bagi para lulusan Sekolah Rakyat juga dipastikan melalui jalur karier yang jelas. Kemensos berkolaborasi dengan (Kemendiktisaintek) menyiapkan hilirisasi bagi siswa Sekolah Rakyat untuk dapat melanjutkan ke perguruan tinggi melalui beasiswa serta penyaluran kerja.
Dengan ekosistem pendidikan yang terstruktur dari hulu ke hilir, Sekolah Rakyat tidak hanya memastikan anak-anak mendapatkan akses belajar yang setara, tetapi juga menjamin keberlanjutan masa depan mereka hingga ke jenjang karier.
Seluruh rangkaian komprehensif Sekolah Rakyat yang dimulai dari kurikulum berbasis talenta, pemetaan potensi, hingga jalur beasiswa dan penyaluran kerja akan diperkenalkan secara lebih luas kepada publik pada Peluncuran Sekolah Rakyat yang mengusung tema ‘Cerdas Bersama, Tumbuh Setara’ yang akan digelar pada 12 Januari 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru.
Masyarakat dapat mengikuti peluncuran acara dengan menyaksikan melalui infocom atau mengunjungi tagsite Sekolah Rakyat untuk mengenal lebih dalam visi dan peran program dalam mewujudkan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.







