Gubernur DKI Jakarta memastikan pembongkaran tiang monorel di Jakarta akan mulai dilakukan pada pekan depan. Pramono menegaskan proses pembongkaran tidak akan disertai penutupan jalan agar tidak mengganggu lalu lintas.
“Pembongkaran monorel akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan. Dan untuk itu tidak dilakukan penutupan jalan,” kata Pramono di Kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026).
Pramono menjelaskan, pembongkaran akan dikoordinasikan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta dengan mengacu pada pengalaman penanganan proyek serupa sebelumnya. Ia memastikan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas tetap menjadi prioritas.
“Dengan pengalaman yang ada, Bina Marga akan berkoordinasi untuk melakukan pembongkaran, tanpa penutupan jalan,” ujarnya.
Pramono juga memastikan pembongkaran tiang monorel sepenuhnya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menyebut pihaknya sebelumnya telah menyurati PT Adhi Karya untuk melakukan pembongkaran, namun hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada tindak lanjut.
“Yang melakukan pembongkaran adalah Pemerintah DKI Jakarta, Bina Marga. Kenapa tidak dilakukan oleh Adhi Karya? Karena Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, sehingga kami akan melakukan sendiri,” jelasnya.
Adapun menurut informasi yang dihimpun, saat ini terdapat 90 tiang monorel yang dibiarkan berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said-Jalan Asia Afrika.
Pembangunan monorel dimulai pada 2004. Saat itu Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan pemancangan tiang pancang pertama di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan, pada 14 Juni 2004. Dia menekan tombol sirene sekitar pukul 10.30 WIB.
Saat itu Gubernur Jakarta dijabat Sutiyoso. Pada 2008, pengembang sekaligus investor proyek ini, yakni PT Jakarta Monorail (PT JM), dikabarkan pening bukan kepalang karena masalah pendanaan.
Saat itu, tiang-tiang yang kadung dibangun mangkrak menjadi monumen nirfaedah. Nilai proyeknya mencapai USD 450 juta. PT JM mengaku tidak mampu memenuhi syarat investasi USD 144 juta.
Lalu pada kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo pada 2011, pembangunan proyek monorel dihentikan. Pihak PT JM minta ganti biaya investasi Rp 600 miliar, tapi Foke menolak. Saat itu Pemprov DKI hanya akan membayar sesuai rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.







