Trump Bilang Maduro Ditangkap-Diterbangkan ke Luar Venezuela

Posted on

Saat mengumumkan serangan skala besar (AS) terhadap , Presiden juga mengatakan bahwa Presiden telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri. Trump menyebut Maduro ditangkap bersama istrinya.

Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP, Sabtu (3/1/2026), mengakui bahwa AS memang melancarkan serangan terhadap wilayah Venezuela. Namun dia tidak menyebutkan lebih lanjut soal target dari serangan tersebut.

Pernyataan Trump ini menjadi konfirmasi pertama yang disampaikan AS, setelah pemerintahan Maduro sebelumnya menuduh Washington melancarkan rentetan serangan terhadap instalasi militer dan sipil di area Caracas dan beberapa wilayah Venezuela lainnya pada Sabtu (3/1) dini hari.

Selain membenarkan bahwa AS memang mendalangi serangan tersebut, Trump juga mengklaim bahwa Maduro telah berhasil ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri. Namun detail soal penangkapan ini tidak dijelaskan oleh Trump dalam pernyataannya.

“Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela, dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya, telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negara tersebut,” kata Trump dalam pernyataannya.

Presiden AS ini hanya mengatakan bahwa dirinya akan menggelar konferensi pers pada Sabtu (3/1) siang waktu AS, di kediamannya Mar-a-Lago di Florida.

“Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan Penegak Hukum AS. Detail lebih lanjut akan menyusul,” sebutnya.

“Akan ada konferensi pers hari ini pukul 11.00 waktu setempat, di Mar-a-Lago, Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini,” tandas Trump dalam pernyataannya.

Setidaknya tujuh ledakan dan suara pesawat terbang rendah terdengar di Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari, dengan sejumlah video menunjukkan kepulan asap menjulang ke udara dari beberapa lokasi yang berbeda.

Media lokal Venezuela, seperti Efecto Cocuyo dan Tal Cual Digital, melaporkan bahwa rentetan ledakan juga terdengar di area negara bagian La Guaira, sebelah utara Caracas, dan di area pesisir Venezuela, serta di area Higuerote, kota pesisir di negara bagian Miranda.

Pemerintahan Maduro, dalam pernyataannya, menuduh AS telah melancarkan “agresi militer yang sangat serius dan berat” terhadap Venezuela. Disebutkan bahwa serangan-serangan AS itu melanda area Caracas, dan negara bagian Miranda, Aragua, serta La Guaira.

“Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam di hadapan komunitas internasional, agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela,” demikian pernyataan pemerintahan Maduro.

Maduro, menurut pernyataan pemerintah Venezuela, telah menandatangani penetapan “keadaan darurat eksternal” dan “memerintahkan semua rencana pertahanan nasional untuk diimplementasikan pada waktu yang tepat dan dalam keadaan yang tepat”.

“Akan ada konferensi pers hari ini pukul 11.00 waktu setempat, di Mar-a-Lago, Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini,” tandas Trump dalam pernyataannya.

Setidaknya tujuh ledakan dan suara pesawat terbang rendah terdengar di Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari, dengan sejumlah video menunjukkan kepulan asap menjulang ke udara dari beberapa lokasi yang berbeda.

Media lokal Venezuela, seperti Efecto Cocuyo dan Tal Cual Digital, melaporkan bahwa rentetan ledakan juga terdengar di area negara bagian La Guaira, sebelah utara Caracas, dan di area pesisir Venezuela, serta di area Higuerote, kota pesisir di negara bagian Miranda.

Pemerintahan Maduro, dalam pernyataannya, menuduh AS telah melancarkan “agresi militer yang sangat serius dan berat” terhadap Venezuela. Disebutkan bahwa serangan-serangan AS itu melanda area Caracas, dan negara bagian Miranda, Aragua, serta La Guaira.

“Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam di hadapan komunitas internasional, agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela,” demikian pernyataan pemerintahan Maduro.

Maduro, menurut pernyataan pemerintah Venezuela, telah menandatangani penetapan “keadaan darurat eksternal” dan “memerintahkan semua rencana pertahanan nasional untuk diimplementasikan pada waktu yang tepat dan dalam keadaan yang tepat”.