mengirimkan Border Czar atau Kepala Perbatasan AS, Tom Homan, ke Minnesota. Kebijakan itu menyusul terjadinya kericuhan di wilayah Minneapolis setelah penembakan yang dilakukan agen imigrasi kepada warga sipil.
“Saya mengirim Tom Homan ke Minnesota malam ini. Dia belum terlibat di daerah itu, tetapi mengenal dan menyukai banyak orang di sana. Tom tangguh tetapi adil, dan akan melapor langsung kepada saya,” kata Trump di jaringan Truth Social miliknya dilansir AFP, Senin (26/1/2026).
Minneapolis telah diguncang oleh protes sejak agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) menembak mati perawat unit perawatan intensif Alex Pretti pada hari Sabtu (24/1). Beberapa pekan sebelumnya petugas ICE juga membunuh ibu tiga anak, Renee Good, yang mengundang protes keras publik.
“Homan akan mengelola Operasi ICE di lapangan di Minnesota untuk terus menangkap para imigran ilegal kriminal terburuk,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt di X.
Keputusan Trump untuk mengirim Homan dapat menandakan pendekatan baru. Homan dikenal lebih menyukai pendekatan yang lebih terarah daripada razia imigrasi yang mengejutkan dan menakutkan yang disukai oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem.
Seiring meningkatnya kemarahan atas penembakan warga di Minneapolis oleh petugas imigrasi, beberapa senator dari Partai Republik menyerukan penyelidikan menyeluruh atas pembunuhan tersebut, dan kerja sama dengan pihak berwenang setempat.
Namun, Trump juga kembali menegaskan klaimnya tentang dugaan penipuan oleh imigran Somalia di Minnesota, yang telah berulang kali ia jadikan sasaran dalam serangkaian komentar bernuansa rasis.
Ia mengatakan Departemen Kehakiman dan Kongres sedang “meneliti” keuangan Ilhan Omar, seorang Demokrat yang merupakan warga Amerika keturunan Somalia pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres, tanpa memberikan detail atau bukti.
