Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengapresiasi kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) di bawah Direktur Utama, Putrama Wahju Setyawan. Ia menilai BNI mampu tumbuh solid di tengah tantangan industri perbankan, sekaligus menjaga kualitas aset dan mendukung program prioritas pemerintah.
Hingga kuartal III 2025, BNI mencatat pertumbuhan kredit sebesar 10,5% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp812 triliun. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang berada di level 7,7% YoY.
“BNI tidak hanya tumbuh, tapi tumbuh di atas industri dengan manajemen risiko yang terjaga. Ini menunjukkan kepemimpinan Dirut yang efektif,” kata Andre dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).
Di tengah ekspansi kredit tersebut, kualitas aset BNI tetap solid. Rasio non-performing loan (NPL) berada di level 2%, sementara loan at risk (LaR) berhasil ditekan dari 11,8% menjadi 10,4%.
“Di saat banyak bank menghadapi tekanan likuiditas dan kualitas aset, BNI justru bisa tumbuh agresif dengan risiko yang tetap terkendali,” ujar Andre.
Dari sisi pendanaan, BNI juga mencatatkan penguatan dana murah atau current account savings account (CASA) yang tumbuh 13,3% YoY menjadi Rp613 triliun. Pertumbuhan ini ditopang kenaikan tabungan sebesar 12,6% YoY menjadi Rp269 triliun dan giro yang tumbuh 14% YoY menjadi Rp344 triliun.
Andre juga menyoroti akselerasi digital BNI. Aplikasi wondr by BNI mencatat lonjakan pengguna hingga 275% menjadi 10,5 juta pengguna per September 2025. Nilai transaksi digital naik 64% YoY, sementara saldo tabungan melalui mobile banking tumbuh 17% YoY.
“Mayoritas pengguna aktif. Sebanyak 67% pengguna wondr bertransaksi lebih dari enam kali per bulan. Ini menunjukkan digitalisasi BNI berjalan nyata,” kata Andre.
Di segmen wholesale banking, platform BNIdirect juga mencatat pertumbuhan positif. Jumlah pengguna meningkat 22,7% YoY, nilai transaksi naik 26,7% YoY, dan volume transaksi tumbuh 14,8% YoY.
Andre menilai strategi BNI BRAVE yang sejalan dengan Asta Cita dan program prioritas pemerintah telah memperkuat peran jaringan BNI hingga daerah dan memastikan program pemerintah berjalan efektif di lapangan.
“Strategi BRAVE ini membuat setiap cabang dan jaringan BNI menjadi ujung tombak pertumbuhan sekaligus pelaksana program pemerintah di daerah,” ujarnya.
Selain kinerja bisnis, Andre menegaskan BNI juga aktif mendukung program strategis nasional. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih KDKMP), hingga Program 3 Juta Rumah, termasuk penyaluran puluhan ribu unit KPR FLPP.
“BNI saat ini bukan hanya bank pelat merah, tapi juga mitra strategis negara dalam mendorong pemerataan ekonomi. Kepemimpinan Dirut BNI patut diapresiasi,” tutup Andre.
