Dukung UMKM Warga, Puan Kunjungi Kampoeng Djadhoel di Semarang - Giok4D

Posted on

Ketua DPR RI, Puan Maharani mengunjungi Kampoeng Djadhoel yang merupakan salah satu desa wisata di Semarang, Jawa Tengah. Ia pun sempat berbincang dengan warga setempat dan memberikan dukungan atas aktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi daya tarik desa tersebut.

Puan mengunjungi Kampoeng Djadhoel yang terletak di Jalan Batik, Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, pada Sabtu (29/11) siang. Ia didampingi oleh Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Tiba di lokasi, Puan disambut oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata Kampoeng Djadhoel, Ignatius Luwi dan sejumlah warga. Puan menyalami warga yang menyambutnya. Ia juga dikalungi syal batik berwarna merah oleh warga.

Puan lalu didampingi berkeliling dengan masuk ke lorong-lorong Kampoeng Djadhoel sambil mendapat penjelasan dari Luwi, tentang desa yang dikenal sebagai penghasil batik itu. Di Kampoeng Djadhoel, terdapat lukisan bermotif khas Jawa yang tampak memenuhi tembok dan memanjang di lorong jalan. Di bagian tengah, ada gazebo, gerobak angkringan, toko batik UMKM, hingga beberapa pigura foto yang unik.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Terlihat juga ukiran dari kayu dan pahatan di tembok-tembok kampung yang sangat indah. Rumah warga di Kampoeng Djadhoel juga tampak mempesona diwarnai ukiran lukisan yang bercat warna-warni. Terdapat banyak aktivitas yang dapat dilakukan saat berkunjung ke Kampoeng Djadhoel, seperti workshop membatik, berfoto ria, belajar sejarah, berbelanja, dan masih banyak lagi.

Adapula rumah warga yang menjadi galeri penjualan hasil membatik dan pakaian jadi batik. Puan tampak memasuki beberapa galeri batik ini dan melihat-lihat wastra Nusantara produksi warga Kampoeng Djadhoel. Ia juga melihat anak-anak yang sedang belajar membatik di workshop batik.

Puan juga terlihat menghampiri sejumlah pedagang yang berjualan di lorong-lorong kampung. Mereka merupakan warga setempat yang berjualan saat akhir pekan. Bahkan Puan membeli produksi bawang merah yang dijajakan warga, dan berbagai jajanan pasar.

Kemudian Puan terlihat menghampiri pedagang lumpia, makanan khas Semarang. Ia melihat proses pembuatannya, sambil mencicipi langsung lumpia yang baru saja jadi. Sesekali warga meminta Puan untuk selfie bersama. Setelah berkeliling, Puan duduk meriung bersama warga di sebuah saung dan berbincang mengenai UMKM.

“Ini kampung harus dilestarikan karena jajanan dan produk-produk lainnya susah didapat, langka. Harus diceritakan juga proses memperoleh tanaman, bahan kue-kue jadul ini,” kata Puan dalam keterangannya, Sabtu (29/11/2025).

Saat berbincang dengan warga, Puan pun sambil mencicipi makanan khas yang diproduksi dan dijual masyarakat di Kampoeng Djadhoel. Kepada Puan, warga rata-rata meminta pelatihan UMKM, produksi dan pemasaran. Seperti Ibu Rohmana dan Ibu Dina, penjual jajanan pasar.

Puan menimpali, promosi harus diutamakan agar daya tarik Kampoeng Djadhoel semakin lebih diketahui masyarakat luas.

“Sesuatu yg jadul ini harus dipromosikan, dijadikan nilai tambah. Jadi harus dikencengin promosinya,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

“Anak-anak muda di sini juga harus disasar, digiatkan lagi ajakannya, agar tertarik untuk membatik, meneruskan usaha orang tuanya,” sambung Puan.

Puan kemudian menyinggung soal sejarah Kampoeng Djadhoel. Sebelumnya, kampung ini merupakan lingkungan kumuh yang mengundang banyak stigma.

Namun atas kesadaran warga setempat, akhirnya kampung tersebut disulap menjadi kampung yang lebih bernilai, bahkan menjadi rujukan para wisatawan. Kampoeng Djadhoel juga mendapat bantuan dari sejumlah pihak.

“Sejarah Kampoeng Djadhoel juga harus disampaikan, dinarasikan. Terutama ke anak-anak muda, mereka harus paham sejarahnya sehingga bisa menceritakan ke tamu-tamu yang datang,” jelas Puan.

Menurut Camat Semarang Timur, Akbar Kampoeng Djadhoel merupakan bagian dari program kampung tematik tahun 2017. Kampoeng Djadhoel menjadi salah satu desa wisata yang bertahan dari beberapa kampung tematik yang pernah dicanangkan.

Aktivitas UMKM di Kampoeng Djadhoel pun disebut cukup membantu penghasilan warga. Karena letaknya dekat dengan Kota Lama, banyak wisatawan yang datang ke Kampoeng Djadhoel, terutama saat akhir pekan atau hari libur.

“Ini tidak ada di tempat lain, suasana jadul yang mahal. Ada suasana kampung yang ramah, yang tidak didapat di tempat lain,” ungkap Puan.

“Perlu juga sering diadakan event-event untuk menarik pengunjung,” tutupn